Rabu, 14 Oktober 2015

Pengakuan Para Pemakai 'Narkoba' Digital: Itu Cuma Relaksasi

Ilustrasi pengguna I-Doser 

Poker online lahanpoker.com -  I-Doser yang disebut-sebut sebagai ‘narkoba digital’ dan lagi rame-ramenya nih, dibicarain di jagat maya.
Meski baru-baru ini, BNN merilis kalau i-Doser sama sekali bukanlah jenis narkoba, namun beberapa riset menyatakan efek mendengarkan suara lewat aplikasi i-Doser bisa sedikit mempengaruhi gelombang otak kita.
Kerja dari gelombang suara yang terdapat di listy aplikasi i-Doser digunakan untuk menstimulus kerja otak kita agar mencapai satu kondisi mood tertentu.
Tekniknya bernama Binaural Beats yang digunakan oleh program ini dan sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1839.
Andezzz, seorang disc jockey (DJ) yang juga merupakan produser musik lulusan Berkeley College of Music mengaku sempat mencoba mendengarkan Binaural Beats semasa kuliah.
Waktu itu, ia mengenalnya sebagai salah satu jenis music therapy yang mempengaruhi gelombang otak.
“Saya sih nggak menyebutnya sebagai digital drugs. Saya nyebutnya brainwave. Sebuah frekuensi aja. (musik ini) emang aneh kalau didengarkan pada awalnya,” cerita Andezzz kepada HAI, Selasa (13/10).
ANdezzz yakin, binaural beats bukanlah salah satu jenis narkoba, sebab penggunaannya nggak bikin mabuk atau high.
"Program kayak gitu emang bukan narkoba. Dan nggak bikin mabuk atau high kok. Nah, kalau soal nama-nama dose yang mirip nama narkoba, itu menurut saya hanya marketing language saja. Supaya orang-orang penasaran." tambah cowok yang udah nge-DJ dari tahun 2003 ini.
Waktu mendengarkan Binaural Beats, Andezzz mengaku hanya merasakan isi pikirannya menjadi kosong untuk sementara, meski sempat teralihkan dari rutininas ke ruang imajinasi, efek mendengarkan gelombang suara itu membuatnya tertidur pulas.
“Kadang program ini juga ditujukan untuk meditasi dan memberikan rasa santai atau relaksasi (stress relief),” lanjutnya lagi.
Kebal dengan dosis di i-Doser
Pengguna lain yang juga pernah merasakan pengalaman langsung mendengarkan Binaural Beats adalah Yushanti.
Namun, suara gelombang dengan dosis yang dipilihnya tidak membuat cewek kurus ini mengalami pengaruh di kepalanya.
“Gue lebih sering pake yang energizer, nyobain juga yang LSD sama Lucid Dream tapi semua gagal total,” ucapnya.
Padahal, lanjutnya, ia sudah mengikuti treatment mendengarkan suara gelombang dalam kondisi yang rileks dan dengan headset di kepala serta mata tertutup.
“Mungkin otak gue yang udah ngehang kali ya,” katanya bercanda.
Meski begitu, ia menyarankan untuk tidak hanya menjajal suara di aplikasi playlist i-Doser yang namanya track litsnya menyerupai nama narkoba tersebut.
Ia juga sempat mencoba aplikasi serupa yang justru membuatnya tenang.
“Daripada i-Doser, lebih ngaruh ‘Halo’ atau Ambience suara alam gitu yang bisa dijadiin music player, itu lebih menenangkan,” sarannya.
LahanPoker.com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik.  
LahanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.

Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR 
Contact Person :
LiveChat             : http://lahanpoker.com
Yahoo                   : lahanpoker@yahoo.com
bbm                      : 55CF586C
Wechat                 : lahanpoker
Whatsapp           : +66622576847
Line                   : LahanPoker
Facebook               : LahanPoker
Twitter                  : @lahan_poker

Tidak ada komentar:

Posting Komentar